5/03/2009

peranan keluarga dalam memberikan pendidikan Agama

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam perspektif pendidikan, terdapat tiga lembaga utama yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kepribadian seorang anak yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, yang selanjutnya dikenal dengan istilah Tripusat Pendidikan. Dalam ¬ GBHN (Tap. MPR No. IV/MPR/1978) ditegaskan bahwa “pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat”. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah
Lembaga keluarga merupakan tempat pertama untuk anak menerima pendidikan dan pembinaan. Meskipun diakui bahwa sekolah mengkhususkan diri untuk kegiatan pendidikan, namun sekolah tidak mulai dari “ruang hampa. Sekolah menerima anak setelah melalui berbagai pengalaman dan sikap serta memperoleh banyak pola tingkah laku dan keterampilan yang diperolehnya dari lembaga keluarga.
Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan di segala bidang, manfaatnya semakin hari semakin dirasakan oleh semua kalangan. Revolusi informasi menyebabkan dunia terasa semakin kecil, semakin mengglobal dan sebaliknya privacy seakan tidak ada lagi. Berkat revolusi informasi itu, kini orang telah terbiasa berbicara tentang globalisasi dunia dengan modernitas sebagai ciri utamanya. Dengan teknologi informasi yang semakin canggih, hampir semua yang terjadi di pelosok dunia segera diketahui dan ketergantungan (interdependensi) antar bangsa semakin besar (Nurcholish Madjid, 2000).
Perkembangan tersebut termasuk didalamnya perkembangan ilmu pengetahuan, di samping mendatangkan kebahagiaan, juga menimbulkan masalah etis dan kebijakan baru bagi umat manusia. Efek samping itu ternyata berdampak sosiologis, psikologis dan bahkan teologis. Lebih dari itu, perubahan yang terjadi juga mempengaruhi nilai-nilai yang selama ini dianut oleh manusia, sehingga terjadilah krisis nilai. Nilai-nilai kemasyarakatan yang selama ini dianggap dapat dijadikan sarana penentu dalam berbagai aktivitas, menjadi kehilangan fungsinya.
Untuk menyikapi fenomena global seperti itu, maka penanaman nilai-nilai keagamaan ke dalam jiwa anak secara dini sangat dibutuhkan. Dalam hubungan itu, keluarga pada masa pembangunan (dalam konteks keindonesiaan dikenal dengan era tinggal landas) tetap diharapkan sebagai lembaga sosial yang paling dasar untuk mewujudkan pembangunan kualitas manusia dan lembaga ketahanan untuk mewujudkan manusia-manusia yang ber-akhlakul karimah. Pranata keluarga merupakan titik awal keberangkatan sekaligus sebagai modal awal perjalanan hidup mereka.
B. Perumusan Masalah
Dengan begitu sangat pentingnya keluarga dalam memberikan pendidikan Agama, mengingat Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan dan struktur sosial yang paling kecil, oleh karena itu untuk lebih mempermudah pembahasan ini pemakalah akan merumuskan makalah sebagai berikut :
1. Apa Konsep Islam Tentang Pendidikan Keluarga ?
2. Bagaimana Peranan Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Kepribadian Anak Dalam Keluarga ?




BAB II
PERANAN KELUARGA DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

A. Tafsir Surat Qur’an At-Tahrim Ayat 6 Dan Asy-Syu’ara Ayat 214
        ••              
“Hai Orang-Orang Yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, Kesar dan tidak pernah mendurhakai Allahterhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada Mereka dan mengerjakan apa yang diperintahkan” (At-Tahrim : 6)
   
“Dan Berilah Peringatan kepada Kerabat-kerabatmu yang terdekat” (Asy-Syu’ara :214)
Hai orang-orang yang beriman Jagalah diri kamu : Antara lain dengan meneladani Nabi, dan Pelihara juga keluarga kamu : Yakni istri, anak-anak dan seluruh yang berada dibawah naungan tanggung jawab kamu dengan membimbing dan mendidik mereka agar terhuindar dai Api Neraka yang Bahan Bakarnya manusia-manusia yang kafir dan Juga Batu-Batu antara lain yang dijadikan sebagai berhala, diatasnya yakni yang menangani Neraka adalah Malaikat-Malaikat yang kasar-kasar hati dan perlakuaannya dalam melaksanakan siksaan, yang tidak mendurkakan Allah menyangkut apa yang dia perintahkan kepada mereka.
B. Konsep Islam Dalam Pendidikan Keluarga
Keluarga didefinisikan sebagai unit masyarakat terkecil yang terdiri atas ayah, ibu dan anak. Setiap komponen dalam keluarga memiliki peranan penting. Dalam ajaran agama Islam, anak adalah amanat Allah. Amanat wajib dipertanggungjawabkan. Jelas, tanggung jawab orang tua terhadap anak tidaklah kecil. Secara umum inti tanggung jawab itu adalah menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak dalam rumah tangga. Allah memerintahkan : “Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan neraka”.
Kewajiban itu dapat dilaksanakan dengan mudah dan wajar karena orang tua memang mencintai anaknya. Ini merupakan sifat manusia yang dibawanya sejak lahir. Manusia diciptakan manusia mempunyai sifat mencintai anaknya. Firman Allah :
    
“Harta dan anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia”. (Al-Kahfi ayat 46)
Uraian diatas menegaskan bahwa (1) wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya, dan (2) kewajiban itu wajar (natural) karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anaknya.
Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga dikatakan sebagai lingkungan pendidikan pertama karena setiap anak dilahirkan ditengah-tengah keluarga dan mendapat pendidikan yang pertama di dalam keluarga. Dikatakan utama karean pendidikan yang terjadi dan berlangsung dalam keluarga ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan pendidikan anak selanjutnya. (Maman Rohman, 1991:24).
Para ahli sependapat bahwa betapa pentingnya pendidikan keluarga ini. Mereka mengatakan bahwa apa-apa yang terjadi dalam pendidikan keluarga, membawa pengaruh terhadap lingkungan pendidikan selanjutnya, baik dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. Tujuan dalam pendidikan keluarga atau rumah tangga ialah agar anak mampu berkembang secara maksimal yang meliputi seluruh aspek perkembangan yaitu jasmani, akal dan ruhani. Yang bertindak sebagai pendidik dalam rumah tangga ialah ayah dan ibu si anak.
C. Pendidikan Keluarga dalam Pandangan Islam
Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang diproses oleh seseorang di dalam lingkungan rumah tangga atau keluarga. Sistem pendidikan ini merupakan unsur utama dalam pendidikan seumur hidup, terutama karena sifatnya yang tidak memerlukan formalitas waktu, cara, usia, fasilitas, dan sebagainya. Pada dasarnya, masing-masing orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas pendidikan bagi anak-anaknya. Mereka tidak hanya berkewajiban mendidik atau menyekolahkan anaknya ke sebuah lembaga pendidikan. Akan tetapi mereka juga diamanati Allah SWT untuk menjadikan anak-anaknya bertaqwa serta taat beribadah sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Jadi, orang tua tidak seharusnya hanya menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anak mereka kepada pihak lembaga pendidikan atau sekolah, akan tetapi mereka harus lebih memperhatikan pendidikan anak-anak mereka di lingkungan keluarga mereka, karena keluarga merupakan faktor yang utama di dalam proses pembetukan kepribadian sang anak. Hal ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah yang mana beliau telah berhasil mendidik keluarga, anak-anak, serta para sahabatnya menjadi orang-orang yang sukses dunia-akhirat, walaupun beliau tidak pernah mengikuti jenjang pendidikan formal seperti lembaga-lembaga sekolah.
D. Peran Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Kepribadian Anak dalam Lingkungan Keluarga
Pendidikan orang terhadap anak dalam lingkungan keluarga sangat penting, apalagi pada periode pertama dalam kehidupan anak (usia enam tahun pertama). yang menyatakan bahwa periode ini merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Apapun yang terekam dalam benak anak pada periode ini, nanti akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengan nyata pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa.
Salah satu dasar pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak adalah sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi (HR. Bukhari). Berdasarkan Hadits ini, jelas sekali bahwa anak dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih yang belum terkena noda. Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apa pun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Ia akan berkembang sesuai dengan pendidikan yang diperoleh dari kedua orang tuanya dan juga lingkungan disekitarnya.
Namun sejalan dengan bertambahnya usia sang anak, kadang-kadang muncul persoalan baru. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah manis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul dengan baik dengan lingkungan masyarakat di sekelilingnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya. Perilakunya kadang-kadang menjadi semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi kejahatan, dan orang tua pun selalu cemas memikirkanya. Maka dalam hal ini, peranan orang tua sangat berpengaruh penting. Jadi, Pentingnya peranan orang tua dalam pendidikan anak ini disebabkan oleh karena pendidikan yang diperoleh anak dari pengalaman sehari-hari dengan sadar pada umumnya tidak teratur dan tidak sistematis.
Secara garis besar pendidikan dalam keluarga dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1. Pembinaan Akidah dan Akhlak
Mengingat keluarga dalam hal ini lebih dominanadalah seorang anak dengan dasar-dasar keimanan, ke-Islaman, sejakmulai mengerti dan dapat memahami sesuatu, maka al-Ghazali memberikan beberapa metode dalam rangka menanamkan aqidah dan keimanan dengancara memberikan hafalan. Sebab kita tahu bahwa proses pemahamandiawali dengan hafalan terlebih dahulu.Ketika mau menghafalkan dan kemudian memahaminya, akan tumbuh dalam dirinya sebuah keyakinan dan pada akhirnya membenarkan apa yang diayakini. Inilah proses yang dialami anak pada umumnya. Bukankah merekaatau anak-anak kita adalah tanggungjawab kita sebagaimana yang telahAllah peringatkan dalam al-Qur’an yang berbunyi:
      
“Hai Orang-Orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka...............(At-Tahrim : 6)”

Muhammad Nur Hafidz merumuskan empat pola dasardalam bukunya. Pertama, senantiasa membacakan kalimat Tauhid padaanaknya. Kedua, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya. Ketiga, mengajarkan al-Qur’an dan keempat menanamkan nilai-nilai pengorbanan dan perjuangan.
Akhlak adalah implementasi dari iman dalam segala bentuk perilaku, pendidikan dan pembinaan akhlak anak. Keluarga dilaksanakan dengan contoh dan teladan dari orang tua. Perilaku sopan santun orang tua dalam pergaulan dan hubungan antara ibu, bapak dan masyarakat. Dalam hal ini Benjamin Spock menyatakan bahwa setiap individu akan selalu mencari figur yang dapat dijadikan teladan ataupun idola bagi mereka.



2. Pembinaan Intelektual
Pembinaan intelektual dalam keluarga memgang peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas manusia, baikin telektual, spiritual maupun sosial. Karena manusia yang berkualitas akan mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah sebagaimana firman-Nya dalam surat al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi:
        
“Allah akan mengangkat derajat torang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu diantara kalian”.
Selain itu Sebuah Hadits yang sangat Fenomenal yaitu : “Mencari Ilmu Hukumnya Wajib Bagi Setiap Muslim”
3. Pembinaan Kepribadian dan Sosial
Pembentukan kepribadian terjadi melalui proses yang panjang. Proses pembentukan kepribadian ini akan menjadi lebih baik apabila dilakukan mulai pembentukan produksi serta reproduksi nalar tabiat jiwa dan pengaruh yang melatarbelakanginya. Mengingat hal ini sangat berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat menjaga emosional diri dan jiwa seseorang. Dalam hal yang baik ini adanya Kewajiban orang tua untuk menanamkan pentingnya memberi support kepribadian yang baik bagi anak didik yang relatip masih muda dan belum mengenal pentingnya arti kehidupan berbuat baik, hal ini cocok dilakukan pada anak sejak dini agar terbiasa berprilaku sopan santun dalam bersosial dengan sesamanya. Untuk memulainya, orang tua bisa dengan mengajarkan agar dapat berbakti kepada orang tua agar kelak si anak dapat menghormati orang yang lebih tua darinya.



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Diawal sudah kita ungkapkan bahwasanya Keluarga Merupakan Lembaga yang pertama dan Utama dalam bidang pendidikan, karena proses perkembangan seseorang bermula dari Keluarga sebelum kelembaga-lembaga lainnya, dalam Hal Pendidikan Agama Islam paling tidak bererapa hal :
1. Keluarga didefinisikan sebagai unit masyarakat terkecil yang terdiri atas ayah, ibu dan anak, artinya ada beberapa peranan penting, pertama wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya, dan kedua, kewajiban itu wajar (natural) karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anaknya.
2. Tugas Orang Tua atau dalam keluarga terutama kepada anak-anaknya untuk senantiasa memberikan Pendidikan dan saling memberikan peringatan terutama mengenai Agama, dan disinilah peran keluarga tidak hanya memebrikan pendidikan untuk mendapatkan pendidikan Formal.
3. Ada tiga hal yang paling penting yang harus diperhatikan dalam proses penyelenggaraan pendidikan dalam Islam, yaitu Pendidikan Moral Dan Akhlaq, Pendidikan Intelektualitas dan Pendidikan Sosial.
B. Saran-Saran
Pendidikan itu haruslah senantiasa dilakukan terutama pendidikan Agama hal ini sangat penting mengingat kalau kita lihat dari realitas kehidupan banyak permasalahan yang bermuara dari kurangnya pendidikan Agama dalam keluarga, misalnya ketidak harmoniskan antara anak dan orang tua, atau sebaliknya, anak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang merusak moral dan lain sebagainya, sebagai saran kepada setiap umat yang beriman hendaklah mengintenskan pendidikan dalam keluarga, dan senantiasa menjaga diri dan keluarga dari siksaan api neraka.
Daftar Pustaka

1. Madjid, Nurcholish. Islam Doktrin dan Peradaban; Sebuah Telaah Kritis
tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan. (2000, Jakarta, Paramadina).
2. M. Quraisy Syihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan dan Kesan Keserasian Al-
Qur’an (2002, Jakarta Lentera Hati)
3. Mahardhika Zifana, Konsep Islam Dalam Keluarga, www. Kompas.com
edisi 16 november 2008.
4. Aridem Vintoni dan Etri Jayanti, Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Kepribadian Anak di Lingkungan Keluarga, www.islamonline.net
5. Dadan Wahidin, Pendidikan Dalam Keluarga. www.dadanwahidin.blogspot.com

Tidak ada komentar: